|
Entah kenapa kok, kalo py inget bulan malah inget sailormoon?
--dengan kekuatan bulan, akan menghukummu!-- ---cuma bercanda Jadi, minggu lalu ada tugas konsep teknologi baru, yaitu mengestimasi diameter bulan. Kami bekerja secara berkelompok untuk mencoba menyelesaikannya. Ada banyak yang mengutarakan pendapat, ada yang menggunakan rumus gravitas (dibandingkan), ada yang menggunakan perbandingan ukuran dengan gerhana, ada yang memikirkan dengan menggunakan perbandingan ala trapesium dengan bantuan pesawat terbang, ada yang berpikir untuk mencari jangkauan sinar bulan dari bayangan manusia, banyak ide yang muncul tapi tidak selesai dalam satu hari. Itu semua lantaran bingung angka yang dipakai (angka yang umum diketahui boleh atau tidak dipakai) dan angka-angka yang harus dicari sendiri berdasar pengamatan yang mungkin akan memakai waktu lama dalam prosesnya. Akhirnya, pada kesimpulan akhir kami menggunakan cara kesebangunan segitiga. Digunakan juga bantuan dari penggunaan phytagoras. Pertama, kami memutuskan untuk menggunakan bantuan teropong sederhana dari kertas (sebetulnya sih, kalau lebih sederhana lagi, dapat disebut sebagai kerucut yang tidak memiliki alas). Dari ujung kerucut (lubang yang kecil) bulan dilihat hingga ukurannya pas (pas bundar) di lingkaran yang disediakan kerucut. Ya simpel saja, cara membesar-mengecilkan lingkaran itu dengan proses manual, perkecil bidang kerucut atau diperbesar. Nah, berdasar percobaan kami itu, didapat unsur-unsur:
untuk mencari x = b/ay Nah, kalau dilihat dari hasil pengukuran teropong itu, ternyata bulan yang pas dengan ukuran teropong itu kecil sekali. Didapatkan jari-jari teropong sekitar 1.5 mm dan panjang teropongnya 0,37 meter. Nah, dengan ketiga unsur yang telah diketahui angkanya, dapat diketahui jari-jari bulan, dan berarti diameter bulan adalah dua kali dari jari-jarinya. Berdasar estimasi kelompok kami, kira-kira 3400 km. Anggota kelompok: Ardimas, Christian Halim, M. Aditya, Lilian, Furqan SAP, dan Hapsari |
| Leave a Comment: |