|
Setelah beberapa minggu kuliah, ternyata setelah py sadari.. dosen itu berbeda-beda ya. Baru sadar juga lho.. karena kemaren py ikutan ssdk.. seminar gratisan dari kampus.. (hehhe..) kebetulan ikut SSDK versi pengenalan gaya belajar. Jadi tau, ternyata gaya belajar nggak cuma ditilik dari sisi auditif-visual-kinestetik.. ada banyak juga hal lainnya, dan banyak juga yang nggak terduga. Ada banyak banget loh, dari temperatur ruangan, kondisi hati, jenis penjelasan konsep, dan yang aneh-aneh lainnya. Nggak terduga lah!
Yang menarik dari ssdk ini adalah penerapannya pada keseharian di kelas. Memang menarik, karena setelah ikut ssdk ini jadi terasa mana dosen yang mengunakan cara/ metoda mengajar sesuai dengan gaya belajar py atau nggak, atau cara aplikasi untuk mengatasi gaya mengajar yang nggak sesuai dengan diri sendiri.. Nah, yang bikin semakin bertanya-tanya pada kepala py juga, adalah dosen segala ummat. Maksud? Maksud py, dosen yang sering banget dianggep 'rame' atau 'nggak bosen' dan 'bikin ngerti' tiap mahasiswa yang diajari beliau. Kalau ditilik-tilik, pastilah ada perbedaan gaya belajar antar satu mahasiswa dengan mahasiswa lainnya, ada yang visual, auditif, kinestetik, atau.. apapun lah, mungkin malah kombinasi semuanya dan seperti yang py bilang tadi, kemungkinan-kemungkinan lainnya seperti yang udah disebutin di ssdk. Terus? Ya.. terus, kenapa bisa ada dosen segala ummat ya? Kan tiap orang punya gaya belajar yang berbeda. Ada salah satu yang saya heran misalnya, dengan gaya belajar global dan analitik. Gaya belajar global ini mengutamakan konsep lebih dulu, kalo makin detail dijelaskan dosen, malah makin nggak ngerti. Semakin banyak poin-poin tentang konsep, malah makin mantap. Tapi kalo analitik, justru harus penjelasan mendetail yang ditangkep dan konsep belakangan. Gimana nggak bertentangan? Pemikiran pertama py terhadap dosen segala ummat adalah, kemungkinan dosen itu mengerti dengan kebutuhan mahasiswanya. Kebanyakan mahasiswa (kayaknya lhhoo) sering merasa cepat bosan dan butuh hiburan dalam kelas. Nah, yang py rasa.. dosen-dosen segala ummat ini rata-rata punya daya humor, atau seenggaknya menyenangkan saat mengajar! Setiap mereka mengajar pasti adaaaa aja yang diceritain, baik cerita sehari-hari atau pada bidang profesinya. Pemikiran kedua py.. mungkin si dosen itu dekat dengan mahasiswa-mahasiswanya. Banyak kan, dosen-dosen yang perhatian dan deket sama mahasiswanya.. Pemikiran ketiga.. masih dalam riset, alias belum ada.. Nah, itu pun masih belum memuaskan pemikiran py terhadap dosen segala ummat ini. Yang paling ingin py tanyakan adalah : Apa sih rahasia mengajar mereka agar tetap seru dan dimengerti ?.. Tapi ya, namanya juga manusia.. dosen ya dosen, mahasiswa ya mahasiswa.. py juga manusia dan mahasiswa,, heheh.. konklusi? --tidak bisa ditarik-- Hahha.. yah, mungkin aja mahasiswa emang nggak selalu perhatian dengan setiap dosen yang mengajar.. cuma yang 'menghibur' aja yang diperhatiin, mungkin juga.. lagi banyak masalah, jadi nggak bisa konsen, masih banyak lagi kemungkinan-kemungkinan lainnya. Ya.. mungkin kamu juga bisa bantu-bantu py untuk menemukan jawaban py terhadap dosen segala ummat ini. masih banyak pertanyaan lainnya.. *met puasa!!* |
| Leave a Comment: |