Monday, December 03, 2007

menjadi seorang entrepreneur


Selasa yang lalu, kelas paralel dari mata kuliah Konsep Teknologi dari STEI dan kelas lain dari SBM bersatu. Yap, kali ini kami membahas topik yang sama, menjadi seorang entrepeneur.

Kuliah ini dibawakan oleh Pak Buntoro, seorang entrepreneur yang berjaya di masanya, dan telah mendapat nominasi penghargaan untuk itu. Kami, para mahasiswa tingkat satu dipercayakan untuk mengemban mata kuliah ini dan menjalankannya. Yah, semoga saja bermanfaat bagi kami semua nantinya, ya Pak!

Menjadi seorang entrepeneur adalah sebuah pilihan, pilihan yang tentu takkan bisa dicapai semua orang. Jalan hidup tiap orang berbeda, begitu kata Pak Budi. Mungkin ada yang lebih nyaman untuk menjadi profesional, ada juga yang lebih nyaman menjadi wiraswasta. Itu semua hanya faktor pilihan dan kesempatan.

Entrepreneur, menurut Pak Buntoro, harus memiliki dua kemampuan mendasar yang vital. Pertama adalah kemampuan memandang dan mempersiapkan masa depan. Hidup seorang entrepreneur tidak terus-terusan berlanjut. Bukan seperti sebuah gelar, yang akan terus menempel, tapi dibutuhkan perjuangan tiap harinya. Ini berarti, menjadi entrepreneur adalah tantangan yang baru setiap harinya. Kemampuan yang kedua adalah mampu mengeksekusi pada saatnya. Tak banyak yang bisa melakukan hal ini, bila kita memiliki persimpangan jalan pada suatu masalah di masa depan, dan tak mampu memilih dengan tanggap, (tidak harus tepat) bisa saja muncul masalah baru.  

Hal yang menarik adalah, entrepreneur tidak melulu menjadi sekedar saudagar, penjual, dan lain-lainnya, masih banyak hal yang perlu dilakukan. Langkah awal bagi orang yang ingin mencobanya adalah harus termotivasi dan berani mencoba dalam tiap langkahnya. Menjadi entrepreneur memang akan selalu menimbulkan presentase kegagalan yang lebih besar dibanding pekerjaan lain, tapi itu semua memang sebanding. Menjadi entrepreneur memang tidak mudah.

Modal menjadi entrepreneur di antara lain harus berani menjual diri, dalam arti kata, bekerja agar mendapat modal awal. Tentunya, diperlukan harga yang pantas untuk membayar diri, dan dengan itu juga diperlukan pengetahuan diri tentang seberapa pantas diri kita untuk dibayar. Tapi yang perlu diingat adalah, uang bukanlah hal paling wahid di dunia bisnis, karena uang seringkali datang dengan sendirinya. Yang diperlukan adalah berusaha untuk menyesuaikan diri dengan ekspetasi masa depan.

Basis dari menjadi entrepreneur adalah ilmu pengetahuan, teknologi, industri, dan bisnis. Tentunya, entrepreneur harus juga dilihat dari proses belajar. Menemukan strategi yang benar dengan membuat kesalahan adalah sesuatu hal yang wajar. Bukan sebuah keanehan bila berbuat salah, yang penting adalah tidak mengulanginya lagi. Lagipula, tidak pernah ada suatu strategi yang pas untuk setiap permasalahan. Strategi ini nantinya akan ditemukan berdasarkan pengalaman.

Selain proses belajar, dibutuhkan juga persistensi dari entrepreneur. Tak mungkin bisa bangkit tanpa ada rasa ketahanan. Banyak sekali hal yang perlu dipelajari berdasarkan pengalaman, ini jugalah yang mendorong entrepreneur sebaiknya dimulai dari masa muda sebagai investasi umur.
 
Bagaimanapun juga, keberhasilan entrepreneur tidak bisa dilihat dari segi keuangan saja, tapi dari jumlah karya yang telah dilakukan secara individu. Agar menjadi sempuna dalam hal ini, diperlukan kemampuan mengembangkan kegagalan agar menjadi lebih baik.

Menjadi seorang entrepeneur memang berlika-liku, tapi itulah jalannya. Menjadi entrepreneur berarti juga menjadi sesuai yang dirancang. Ini berarti perlu kejelasan dalam hidup kita, rancangan hidup kita harus tertata rapi mulai saat ini.
 



Posted by Happy at 08:27 pm
Komentar (2)


Sunday, November 18, 2007

Cihaww! urusan blog lagi!


Oalah.. rupanya hasrat manusia itu memang susah untuk bisa terpenuhi ya!

Py kemaren jalan-jalan ke blognya Dimas dan Teteu. Blog mereka berdua bisa terbilang agak beda untuk 'kawasan' mahasiswa tingkat 1. Mereka pake bahasa inggris sebagai bahasa pengantar. Hmm... Entah kenapa, py yang ngeliatnya jadi pengen ikutan berbahasa inggris juga.

Tapi yah tapi... Kan blog py udah banyak, masak mau nambah satu lagi sih?
Nggak deh ya... cape deh, buat urusan blog-blog baru lagi.

Akhirnya terpikir satu solusi untuk menggunakan blog lama : si multiply! itu kan udah mulai nggak keurus tuh. Dasar. Sok kebanyakan blog, padahal nggak diurus (hehe.. dasar).

Yah, lumayan lah, pake bahasa inggris, mungkin bisa meningkatkan kualitas berbahasa. Semangat!



Posted by Happy at 09:44 am
Komentar (1)


Monday, November 05, 2007

Angka, angka, dan angka!


Merangkum bab tentang Angka dari buku kontek...

o Notasi Angka (Number Notation)
Notasi Angka disini umumnya pada letak koma, titik, dan penggunaan nol. Kalau di Amerika dan Eropa itu berkebalikan penggunaannya. Kalau Amerika, untuk menyatakan koma pakai titik, tapi untuk menyatakan ribuan menggunakan koma. Di Eropa (sistem yang sama dengan Indonesia) justru sebaliknya. Contoh di Eropa: 2.511,7 jadi dua ribu lima ratus sebelas koma tujuh (dalam bahasa eropa heheheu).

Oh ya, untuk para engineer, tidak boleh menghilangkan angka nol yang tepat sebelum koma. Penting!!

o Analisis Kesalahan secara Sederhana (Simpe Error Analysis)
Salah satu penggunaan angka adalah pada pengukuran. Kebayang deh, kalau ngukur, tapi bukan dalam angka. Pusing! (dalam apa coba?? Perbandingan dengan benda lain??). Tapi ya, yang namanya juga ngukur, pasti aja ada yang namanya 'ketidakpastian'.  

"Aku ingin mencintaimu dengan sederhana"...hehehe, tiba-tiba inget puisi itu. Harusnya dilanjutkan "Aku ingin mengukurmu dengan sederhana" (tapi tak mungkin). Karena ada yang namanya ketidakpastian. Yah, mau gimana lagi? Makanya, perlu ada poin-poin penting untuk dianalisis lagi oleh para engineer supaya tidak terjadi hal tidak diinginkan:

- keakuratan (accuracy)
Sesuai dengan tempat yang diharapkan. (nggak melenceng jauh dari tempatnya, masih pada ruang-ruang yang diinginkan.)

- ketepatan (precision)
Terfokus pada satu sasaran tertentu, nggak asal nembak kemana aja asal kena.

- kesalahan secara acak (random errors)
Bisa datang dari berbagai sumber, misalnya keluarnya suara 'tak diinginkan' dari alat yang kita buat dan kepastian mata kita melihat untuk mengukur dengan tepat.

- kesalahan sistematis (sytematic errors)
Biasanya muncul dari sistem pengukurnya itu sendiri. Kan ada aja, keterbatasan dari pengukur. Ada yang nggak bisa mengukur secara tepat bila terkena medan magnet atau listrik, dst.

- ketidakpastian (uncertainty)
Makin kecil angka ketidakpastiannya, makin bagus. Angka  ketidakpastian ini sendiri bisa dilihat dari perbandingan dengan antara salah dengan benar dan presentase kesalahannya. Yang baik sih, yang angka presentase nya kecil.

- kesalahan (error)
Kesalahan dapat diformulakan sebagai:
Kesalahan = nilai yang ditemukan - nilai yang sebenarnya
Sama dengan ketidakpastian, makin kecil presentase kesalahannya, makin baik.


o Angka Penting (Significant Figures)
Angka ini penting untuk digunakan pada penghitungan. Angka ini berupa digit yang menunjukkan sejauh mana angka untuk penghitungan tersebut penting. Misal : 25,8. Berarti mengandung 3 angka penting tapi angka 8 disini tidak pasti. Dengan kata lain, masih bisa terjadi kesalahan sekitar lebih atau kurang dari 0,05 satuan. Yang perlu diingat, angka 0 (nol) kadang tidak menjadi angka penting suatu angka. Misalnya angka 250. Tidak jelas, angka pentingnya tepat 2 atau 3. Nah, untuk menghilangkan keambiguan ini, digunakan notasi angka. Misal 2,5 x 102.

Untuk operasi matematika juga, sering dihasilkan angka-angka yang tidak 'pas' dan sering dilakukan pembulatan. Perlu diingat, pembulatan paling baik dilakukan pada saat terakhir, bukan pada tengah-tengah operasi matematika. Bila hal ini terjadi, disebut rounding errors. Angka ini kurang baik untuk dipakai.

Jadi, setiap operasi aritmatika, perlu diperhitungkan lagi angka pentingnya dan pembulatannya, supaya tidak terjadi kesalahan-kesalahan pada aplikasi data!




Posted by Happy at 11:55 pm
Beri komentar disini


Monday, October 08, 2007

Multiply your Wordpress on Blogdrive


*judulnya nggak banget.

Py ceritanya lagi bingung nih. Karena kesenengan bikin blog (seneng bikin doang, belum tentu seneng ngaturnya dan ngisinya). Udah cukup banyak blog yang dibuat kalo dipikir-pikir. Ada beberapa blog di blogger, di xanga, bravenet, blogdrive, multiply, dan wordpress (baru).

Blog di blogger sih sekarang udah nggak keurus lagi. Padahal blog di blogger ada lebih dari dua. Sebenernya fiturnya menarik, karena bisa ganti-ganti design sesuka kita. Alasannya html dan css bisa diatur terserah kita... tapi ituloh, blogger menerapkan sistem baru, yaitu harus memiliki account di G-mail. Duh. Males deh. Kan udah ada dua account di Yahoo! (satu khusus email satu lagi khusus YM) dan ada account buat ITB. Masak bikin email baru lagi?

Kalau blog di xanga, juga sebenernya menarik dari sisi skinnya. Tapi... entah kenapa kurang sreg. Lagian, posisi blog di xanga itu mirip di geocities, letak alamatnya setelah webpage utama. Alamatnya jadi www.xanga.com/--nama blog-- mirip geocities. Nggak seru ah. Py juga masih kurang tau kekuatan xanga. Masih bagusan blogger. hi hi hi. Jadi, setelah satu post dan ulik-ulik skin (gagal) langsung cabut.

Nah, lain di blogger lain di xanga, lain juga di bravenet. Ada dua jenis yang disediakan bravenet, web berbentuk homepage dan blog (kalau di bravenet sebutannya journal). Untuk webpage, bravenet menyediakan alamat web mirip dengan blogger, tapi journal nggak. Masih seperti geocities. Desainnya juga cukup menarik. Banyak sekali fitur yang diberikan. Terutama dari segi add-ons nya. Cukup untuk menambah bagian-bagian yang jarang ada di blog lain. Fitur add-ons ini sendiri bisa digunakan untuk "kepentingan" blog lain. karena bisa dicopy-paste kode html nya... Tapi... bravenet tetep bravenet. Journal yang disediakan masih kurang nyaman tempatnya. Webpage sudah lumayan baik. Tapi, ya... namanya juga untuk homepage, jadi tampilannya tidak mirip blog. Kurang bagus untuk tampilan blog. Pindah lagi deh. Bravenet akhirnya cuma jadi account untuk pilih-pilih add ons.

Blogdrive. Yak, tempat py nge-blog sekarang. Tempat yang sama menariknya dengan blogger karena menawarkan fitur "silakan ganti html dan css sesukamu". hi hi hi. Blogdrive juga punya fitur bawaan untuk mengadakan tagboard (tapi nggak py gunain sih, malah ambil tagboard dari tempat lain). Tapi aduh duh, setelah akhirnya suatu kali nemu theme yang disukain... kok loading di page ini jadi lama banget ya? ada apa gerangan ? sampai saat ini juga kurang tau tuh... tapi yang jelas jadi agak kesel. Padahal py udah suka dengan blog ini dan add ons yang udah dipasang. Tapi tetep, blog ini menjadi prioritas utama sekarang.

Multiply. Ini sih udah banyak yang tau. Awalnya py tertarik sama blog dari multiply ini karena banyak page tambahan yang sudah diberikan dari multiply sendiri dan didesain untuk itu. Misalnya music, video, calendar, blog, dst. (untuk seri free). Jadi bisa upload lagu-lagu dan video, bisa juga bikin agenda di calendar sebagai reminder. Ada juga page review, jadi kita bisa review apapun yang menarik bagi kita. Mau itu buku, film, lirik lagu, atau apapun lah terserah kita. Multiply juga menyediakan fitur "silakan ganti css sesukamu" dengan kode html awal berupa theme yang kita pilih di multiply (ada belasan theme dengan code css beda-beda). Cukup rame juga. Membuat py jadi semangat ulik-ulik css (walau masih pusing juga). Multiply ini menarik karena selain bisa bikin blog dengan multifungsi, juga sebagai sarana pertemanan dengan orang-orang di arena multiply karena ada fitur groups dan contacts. User multiply yang "iseng" main ke page orang lain, akan terlihat, jadi kita bisa iseng balik main ke sana. Multiply jadi blog yang sering diulik-ulik juga sampai saat ini. Tapi yang paling sering digunakan adalah fiturnya dalam mendownload beraneka lagu... (kemungkinan menemukan lagu yang diinginkan sangat besar). Seru lah.

Ting tong, WordPress datang! Aha! WordPress ini yang membuat py tertarik yaitu dari temen-temen. Banyak yang bilang fiturnya menarik. Oke juga tuh. Karena wordpress bisa buat page tambahan sendiri. Jadi pengen tau. Tapi karena pada masa itu, udah merasa punya banyak sekali blog, jadi ditunda dulu deh. Ntar pusing pusing. Tapi ternyata.. karena account py di itb sekaligus Mycampus (semacam friendster khusus buat account-account students.itb) ternyata menyediakan fitur blog. alamatnya --nama account--.blog.itb.ac.id dan blog itu dibantu oleh wordpress. Jengjreng... jadi ketahuan deh isinya wordpress. Ternyata menarik juga. Css nya juga bisa diulik-ulik. Nggak tahu kenapa, mungkin karena ini bukan blog dari wordpress aslinya, jadi fitur yang disediakan nggak selengkap dengan yang di wordpress asli. UH, kesel. Akhirnya berbekal pemikiran kesel dan pengen tau lebih banyak, jadi deh bikin account baru di wordpress.
       Ternyata cukup asik di wordpress, selain bisa tambah page sesuka mu. juga bisa bikin kategori dan jenis tagnya. yah, menarik lah. css juga bisa diganti dengan mengupload file-file yang dibutuhkan di account kita... Saat ini wordpress jadi "mainan" utama... lagi pengen cari tahu. Tapi skinnya masih standar sih. Ah biar aja, yang paling bikin nyaman dari wordpress ini justru hal simpel : jenis font. Jadi seneng untuk balik lagi ke sana. Mau main? ini alamatnya. Tapi duh, py pengen tambah-tambahin add ons di sana. mungkin kudu main-main css nya ya... *tapi...nggak punya waktu...*

Jadi... sekian banyak blog, tapi yang paling bikin betah adalah :
  • "silakan atur html dan/atau css sesukamu"
  • alamat yang diberikan. bagusnya sih namablog.provider.com
  • add ons yang bisa ditambah (kalau bisa favicon juga tuh.)
  • Page yang disediakan. nggak cuma satu.
  • Banyaknya orang yang tertarik di blog sana. kalau bisa, kudu banyak yang komentar juga. Kesannya lebih hidup
  • apalagi ya? banyak sih..
Mmm.. nggak tau lagi. tapi ya, yang paling penting ......poin ke.... SEMUANYA.. he he he. Seneng banget sih, ulik-ulik skin. Jadi kudu bagus dong.

Mmmmm... yah, blog tetep menarik sih, asal terus diperbarui. Hehe.. jangan lupa main ke blog py ya.



Posted by Happy at 08:47 am
Komentar (1)


Tuesday, October 02, 2007

problem solving approach


Ada 5 tahap dalam pendekatan penyelesaian masalah:
  • Problem Identification
       Identifikasi masalah pada mahasiswa biasanya diberikan oleh para dosen. Namun, pada keadaan nyata, saat kita sudah bekerja, yang memberikan masalah-masalah untuk diselesaikan adalah atasan-atasan. Ini merupakan gambaran dasar akan suatu masalah. Misalnya masalah akan diadakannya bubar (buka bersama) dengan kelas Kalkulus 09. Pemberi masalah ini adalah Ketua kelas kalkulus 09.
  • Synthesis
       Sintesis merupakan cara untuk menyelesaikan masalah secara global. Bila dikaitkan dengan contoh tadi, kita dapat mensintesisnya dengan cara membentuk panitia untuk mengurus tetek bengek acara dan pengisi acara di bubar nanti.
  • Analysis
        Analisis adalah saat dimana masalah dibagi-bagi ke bagian yang lebih detail agar masalah dapat diselesaikan tidak secara keseluruhan tapi juga mendalam. Kunci penyelesaian masalah ini adalah mengubah masalah ke dalam model matematika. Misalnya dengan masalah yang diutarakan tadi, adalah menyinggung permasalahan biaya yang harus dikeluarkan. Biaya-biaya tadi harus dipikirkan akan muncul dari mana saja dan angka yang harus dikeluarkan untuk menutupinya.
  • Application
       Aplikasi adalah sebuah proses saat informasi-informasi yang diketahui digunakan untuk pemecahan masalah. Dalam kaitannya dengan masalah tadi, misalnya diketahui biaya gedung tempat bubar diadakan, biaya makanan, dan biaya lain-lainnya digunakan untuk mengetahui biaya yang harus dikeluarkan tiap orangnya.
  • Comprehension
       Komprehensi adalah sebuah langkah tempat teori dan data digunakan secara sempurna untuk menyelesaikan masalah. Secara detail, dengan komprehensi masalah dapat terselesaikan dan bisa digunakan secara nyata. Misalnya penghitungan biaya yang dibutuhkan secara keseluruhan.


Pada kenyataan nyatanya, solusi dari masalah memang dapat dibantu dengan cara-cara tadi, namun ada kalanya solusi tidak didapatkan hanya dengan sekali jalan (dalam 5 langkah tersebut, masalah langsung selesai) tapi bisa juga dengan berkali-kali kembali ke langkah kedua dan selesai sampai tahap keempat namun di tahap kelima terdapat perhitungan yang salah... Cara ini akan terus diulang hingga masalah terpecahkan dan solusi didapat.

      



Posted by Happy at 01:01 am
Beri komentar disini




mengestimasi ukuran diameter bulan


Entah kenapa kok, kalo py inget bulan malah inget sailormoon?
--dengan kekuatan bulan, akan menghukummu!--

---cuma bercanda Big Smile ,,refreshing

Jadi, minggu lalu ada tugas konsep teknologi baru, yaitu mengestimasi diameter bulan. Kami bekerja secara berkelompok untuk mencoba menyelesaikannya.

Ada banyak yang mengutarakan pendapat, ada yang menggunakan rumus gravitas (dibandingkan), ada yang menggunakan perbandingan ukuran dengan gerhana, ada yang memikirkan dengan menggunakan perbandingan ala trapesium dengan bantuan pesawat terbang, ada yang berpikir untuk mencari jangkauan sinar bulan dari bayangan manusia, banyak ide yang muncul tapi tidak selesai dalam satu hari. Itu semua lantaran bingung angka yang dipakai (angka yang umum diketahui boleh atau tidak dipakai) dan angka-angka yang harus dicari sendiri berdasar pengamatan yang mungkin akan memakai waktu lama dalam prosesnya.

Akhirnya, pada kesimpulan akhir kami menggunakan cara kesebangunan segitiga. Digunakan juga bantuan dari penggunaan phytagoras.

Pertama, kami memutuskan untuk menggunakan bantuan teropong sederhana dari kertas (sebetulnya sih, kalau lebih sederhana lagi, dapat disebut sebagai kerucut yang tidak memiliki alas). Dari ujung kerucut (lubang yang kecil) bulan dilihat hingga ukurannya pas (pas bundar) di lingkaran yang disediakan kerucut. Ya simpel saja, cara membesar-mengecilkan lingkaran itu dengan proses manual, perkecil bidang kerucut atau diperbesar.

Nah, berdasar percobaan kami itu, didapat unsur-unsur:
  • a, yaitu panjang teropong. (kalau teropong ditegakkan, ini dapat dianggap sebagai tinggi kerucut)
  • b, yaitu jari-jari teropong (tentunya yang sudah disesuaikan dengan ukuran diameter bulan yang pas masuk ke teropong).
  • x, yaitu jari-jari bulan
  • y, yaitu jarak dari bulan ke bumi (dengan anggapan orang yang melihat teropong berada di permukaan bumi dan jaraknya sama dari bulan ke bumi). Jarak ini dianggap sudah diketahui.)
Berarti didapat persamaan kesebangunan a/b = y/x
untuk mencari x = b/ay

Nah, kalau dilihat dari hasil pengukuran teropong itu, ternyata bulan yang pas dengan ukuran teropong itu kecil sekali. Didapatkan jari-jari teropong sekitar 1.5 mm dan panjang teropongnya 0,37 meter. Nah, dengan ketiga unsur yang telah diketahui angkanya, dapat diketahui jari-jari bulan, dan berarti diameter bulan adalah dua kali dari jari-jarinya. Berdasar estimasi kelompok kami, kira-kira 3400 km.

Anggota kelompok:
Ardimas, Christian Halim, M. Aditya, Lilian, Furqan SAP, dan Hapsari





Posted by Happy at 12:38 am
Beri komentar disini


Tuesday, September 25, 2007

Intellectual Property Rights


Selasa kemarin py dan kawan-kawan dari beberapa kelas Konsep Teknologi bersama-sama kuliah tentang HAKI bareng alias Intellectual Property in Digital Environment  (oleh Pak Danrivanto Budijanto, S.H., L.L.M. in IT Law dari Fakultas Hukum Unpad).

Sebelumnya, kami semua diberi pengertian globalisasi menurut buku The World is Flat (sebelumnya pernah diungkit oleh Pak Budi di kelas) bahwa globalisasi terbagi menjadi tiga versi.
  • Versi 1 (...-1800) = state
    Yaitu globalisasi dengan membawa budaya, teknologi, agama, dan hal-hal lainnya terutama dari satu tempat ke tempat lain.
  • Versi 2 (1800-2000) = corporation
    Sesuai namanya, globalisasi ini dilakukan corporation, dan hanya dilihat dari sisi keuntungannya saja. Sudah tidak dipandang lagi seseorang dengan kewarganegaraannya bekerja dimana. Sudah bebas.
  • Versi 3 (2000-...) = individual

    Globalisasi terhadap hak masing-masing pribadi.

Karena sekarang terjadi perkembangan yang sangat signifikan di dunia teknologi, HAKI sangatlah penting dalam peranannya. Walaupun HAKI merupakan hak monopoli untuk melindungi investasi dan dapat dialihkan haknya, tetap saja mengusung tema Intellectual Property Rights (IPR) dalam keberadaannya. Karena sudah tidak dapat dipungkiri lagi keberadannya, bahwa ia merupakan sesuatu yang given dan inheren di masyarakat industri.

IPR ini mengatasi permasalahan mengenai HAKI karena tidak hanya berguna bagi diri sendiri ataupun orang lain, melainkan juga keseluruhan penghuni dunia ini!  IPR dapat dibagi ke dalam dua bagian
  • Hak cipta
    Hak ini merupakan hak eksklusif bagi pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hak cipta ini berlaku dari diberlakukannya hingga 50 tahun setelah meninggalnya sang pemilik hak cipta dan tidak dapat disamakan dengan copyright.
  • Hak Kekayaan Industri
    Meliputi paten (semacam benteng untuk melindungi hak cipta), merek(tanda untuk pembeda dan digunakan perdagangan barang atau jasa), desain industri, desain, tata letak sirkuit terpadu, rahasia dagang (mis. cara melakukan marketing), varietas tanaman dan lain-lain.

Dilihat dari perdagangan, benua yang paling menonjol perhatiannnya dalam hal ini adalah Eropa dan Amerika. Keduanya pun memiliki pandangan yang berbeda terhadap IPR.

Di Eropa, HAKI disebut moral right. Hak ini melekat pada diri pencipta yang tidak dapat dihilangkan atau dihapus tanpa alasan apapun walaupun hak cipta telah dialihkan. Wujud nyata darinya berupa penghargaan pada tiap-tiap yang memiliki moral right harus dihormati sedemikian rupa menurut aturan yang berlaku setidaknya hingga masa nya habis (umur pencipta + 50 tahun setelah meninggal).

Sedangkan di Amerika, diberlakukan economic right. Hak ini lebih mengutamakan sisi ekonominya. Secara kasar dapat dimaknai sebagai suatu hak "boleh diapa-apakan" asalkan ada jaminan kembali berupa uang (menurut aturan, tentunya) alias perlindungan ekonomi.

Dilihat kembali dari sisi hak cipta, ia merupakan gabungan dari invention right dan moral right. Di Indonesia sendiri, Hak Cipta telah dibuatkan perundang-undangannya pada UU Hak Cipta.   




Posted by Happy at 05:41 am
Komentar (1)


Monday, September 17, 2007

perlukah polisi tidur?


Masalah : perlukah dibuat polisi tidur?

Latar belakang:
untuk menghindari terjadinya kecelakaan dan demi keamanan warga sekitar

Masalah ini dicoba untuk diselesaikan oleh py dan kawan-kawan (bertiga saja sebenarnya) karena Lilian sudah pergi ke Solo (pulang kampung sementara), Prada (Furqan SAP) sakit perut, dan yang satu lagi... addduh malu nih (kami bertiga lupa namanya... Shades)

Yah, mau tidak mau kami tetap jalan, (ya kan Dimas, Chris teu teu?)

Yah... berbekalkan buku Concepts in Engineering kami memecahkan masalah ini berlandaskan moral theories yang di dalamnya terkandung :

1. Ethical Egoism
Untuk para pembawa kendaraan bermotor ini tentunya bukan sesuatu hal yang mengenakkan. Mau ngebut sedikit, ada polisi tidur, yak.. rem lagi. Tancap gas, rem lagi... Haaa.. tidak enak!

Okelah, kalau jarak antara satu polisi tidur dengan yang lainnya tidak terlalu berdekatan, ada sekitar 15 meter. Tapi kalau yang jaraknya hanya atau kurang dari  5 meter?? waduh.. itu sih menambah beban hati (alias dongkol..) karena kudu gas-rem-gas-rem.

Banyak juga yang berpendapat kalau polisi tidur ini merusak keindahan jalan. Yah, kalau py sendiri merasa tidak terlalu berpengaruh sih. KECUALI... polisi tidurnya bukan terbuat dari aspal. Karena kadang adaaa aja orang yang bikin polisi tidur dari semen. Ada gitu? ada! jawabnya di kompleks perumahan py... Oiya.. satu lagi, KECUALI polisi tidurnya dibuat setinggi hampir setengah meter. Sekali lagi pertanyaannya : ada gitu? ada! di dekat kompeks perumahan py...

Duh, banyak kecualinya ya. Ya, tapi kalau dilihat dari keseluruhan sih, polisi tidur pada umumnya tidak merusak pandangan menurut py. Yang menurut py bikin merusak pemandangan JUSTRU, ketika para pengendara motor berusaha menghindari polisi-polisi tidur itu dengan cara melewati daerah paling ujung (sisi kanan ataupun kiri) dari polisi tidur. Cuma  menurut perasaan py ya..

Lalu pendapat py sendiri bagaimana? ya... karena py juga ber'kendara' ya... nggak suka sih. (Dimas jelas-jelas nggak setuju... nggak bisa ngebut yak!) Karena ya, alasan tadi. Kok menyusahkan sekali, harus gas--rem+kopling--gas--rem+kopling dan tentunya melambatkan perjalanan. Terasa sekali lho, apalagi kalau sedang terburu-buru ( ^-^ buka puasa misalnya.. hehe Big Smile).

2. Utilitarianism
nah.. ini dia. Chris dan Dimas berbeda pendapat. Duh?? py? ikut saja sebenarnya... karena pada mulanya rencana kami mau setuju untuk pembuatan polisi tidur pada poin ini...

karena itu py mengutip dari Chris:

Dilihat dari sisi utilitarianism, aktivitas moral diciptakan untuk keadaan yang diharapkan merupakan kondisi paling ideal untuk semua orang secara umum. Di sisi utilitarianism ini, diusahakan untuk adanya optimalisasi dalam perumusan happiness objective function.

Secara umum, happiness objective function yaitu:

Happiness Objective Function

= S(benefit)(importance) - S(harm)(importance)

- Target Audience: society (masyarakat sekitar jalan yang dimaksud)

- Harms:

v      Dapat menimbulkan kemacetan ketika jumlah kendaraan besar beradu dengan ukuran jalan yang tetap, yakni ketika kondisi jalan penuh dengan kendaraan melebihi kapasitas jalan karena setiap kendaraan harus mengurangi tingkat kecepatannya setiap melalui polisi tidur. (traffic jam)

v      Mengurangi keindahan dari sisi estetika penampilan jalan dengan lebar mencapai delapan meter. (aesthetic)

v      Dapat meningkatkan kadar kepekatan polusi akibat asap kendaraan bermotor yang secara otomatis lebih padat akibat kepadatan kendaraan yang lebih tinggi. (pollution)

- Benefits:

v      Dapat meredam niat kelompok-kelompok tertentu untuk mengadakan balap kendaraan bermotor di jalan tersebut karena tingkat kecepatan harus rendah untuk dapat melalui setiap polisi tidur. (no rally)

v      Mengurangi kemungkinan kecelakaan akibat kecepatan kendaraan yang tinggi dan juga kecelakaan bagi para pejalan kaki di sisi kanan kiri jalan. (less accidents)

v      Mempermudah pemantauan kendaraan yang melalui jalan tersebut sehingga dapat mengurangi resiko pencurian kendaraan bermotor di daerah tersebut. (no stealing)

- Actions:

v      Menyetujui pembuatan polisi tidur

Happiness Objective Function (1 to 100 scale)

= [(no rally)(importance) + (less accidents)(importance) + (no stealing)(importance)] - [(traffic jam)(importance) + (aesthetic)(importance) + (pollution)(importance)]

= [(15)(20) + (85)(100) + (90)(80)] - [(15)(5) + (50)(50) + (80)(75)]

= [300 + 8500 + 7200] - [75 + 2500 + 6000]

= [16000] - [8575]

= + 7425 : Do it!

v      Menolak pembuatan polisi tidur

Happiness Objective Function (1 to 100 scale)

= [(no rally)(importance) + (less accidents)(importance) + (no stealing)(importance)] - [(traffic jam)(importance) + (aesthetic)(importance) + (pollution)(importance)]

= [(15)(20) + (85)(100) + (90)(80)] - [(80)(80) + (75)(60) + (95)(90)]

= [300 + 8500 + 7200] - [6400 + 4500 + 8550]

= [16000] - [19450]

= - 3450 : Don't do it!

- The actions best maximizing the happiness objective function:

Pembuatan polisi tidur harus memperhatikan sisi keindahan lingkungan sekitarnya dan juga keindahan jalannya. Di samping itu, pembuatan tersebut juga harus memperhatikan lebar jalan yang bersangkutan karena hal tersebut harus saling bersesuaian keduanya, terutama perhitungan mengenai kendaraan-kendaraan yang parkir di sisi kanan kiri jalan tersebut. Untuk lebar jalan sebesar itu sebenarnya akan lebih baik lagi jika jumlah polisi tidur diminimalisasi dan harus memberikan ruang yang cukup untuk parkir mobil atau motor di sisi jalan.

3. Rights Analysis
Berdasarkan tingkat kepentingannya, hak-hak berdasarkan ini adalah:
  •  Hak hidup
  •  Hak untuk mempertahankan standar kebutuhan hidup
  •  Hak untuk meningkatkan standar kebutuhan hidup
kalau dilihat dari dua hak yang utama di atas, telah dipertimbangkan bahwa sebenarnya kebut-kebutan kendaraan bermotor telah mengganggu keduanya., terutama bila dilihat dari sisi masyarakat sekitar. Bayangkan saja, bila masyarakat sekitar itu rata-rata masih memiliki anak di bawah umur... Bisa bahaya, kan?

Sarana kebut-kebutan dalam hal ini bukanlah solusi. Karena, dengan polisi tidur ini yang sekaligus akan meminimalisasi sarana tersebut akan menghilang dan memperkuat kedua hak utama di atas.

----

Nah, kalau begitu bagaimana??
Setelah py tilik secara keseluruhan, py sangat setuju untuk dibangunnya polisi tidur ini. Memang akan sangat kesal bila harus bolak-balik gas dan rem+kopling tapi kan.. keadaan macet lebih mengesalkan?? hehe..

Yah, bukannya hanya dilihat dari sudut pandang itu saja. Kebut-kebutan sendiri tidak baik bagi pelakunya. Itu bisa membahayakan jiwa mereka sendiri, terutama bagi yang membawa penumpang. Bahaya!

Lagipula, menurut py, 'ajang' pembangunan polisi tidur ini juga merupakan sebuah penghormatan dari pengguna jalan (para pengendara) terhadap warga sekitar. Karena, dengan sendirinya mereka menyadari ada 'suara-suara' dari warga sekitar tanpa mendiamkannya. Saling menghormati itu perlu, kan?




Posted by Happy at 09:28 pm
Komentar (1)


Saturday, September 15, 2007

pemisahan sampah... guna gitu?


Sebagai imud (baca : ijo muda nya ugreen)... kemaren py jalan-jalan ke rumah kompos. Satu hal yang nggak disangka adalah, rumah kompos itu terletak deket itb. Di sabuga. Ha! ~py nggak pernah tau ada hal seperti itu di sana...

Kami, imud-imud diberi tau banyak hal oleh ijo tua,, (angkatan pertama ugreen) tentang pembuatan kompos dan pengolahan sampah di itb. Tentang pengolohan sampah, sebetulnya sudah ada pemisahan sampah berdasarkan yang dapat busuk dan tidak di itb. Itu dapat dilihat dari tong-tong sampah yang ada. Bahkan terdapat juga tong sampah khusus, bertuliskan " Bahan Berbahaya Beracun " alias B3, letaknya khusus di prodi-prodi yang sering berhadapan dengan zat-zat kimia B3 tadi.

Tapi sayangnya, oh sayang.. Mahasiswa-mahasiswi itb masih belum mendukung sepenuhnya. Rata-rata dari mereka masih enggan untuk memisahkan jenis sampah yang mereka buang. Banyak yang mengira bahwa nantinya juga akan dipisahkan di rumah kompos. Oke, pendapat mereka memang benar. Tapi,,, nah itu dia tapi.. akan py jelasin kenapa..

Sebelumnya, py cerita dulu sejenak tentang kunjungan ke rumah kompos. Di rumah kompos, truk-truk sampah setiap harinya bisa datang hingga 6 truk. Tentunya dengan sampah yang sudah dipisah berdasarkan jenisnya. Sesampainya di rumah kompos, ternyata masih ada sampah yang tercampur. Maka, para pegawai rumah kompos harus memisahkannya secara manual. Setelah itu, sampah organik akan diproses untuk menjadi kompos dengan bantuan alat-alat dan zat kimia tertentu.

Sisanya, sampah anorganik, akan dipisahkan lagi berdasarkan sampah yang masih memiliki daya jual dan tidaknya. Bagi yang memilikinya, akan dijual kembali dan sisanya akan diproses melalui sebuah alat bernama insenarator (bener nggak ya, nulisnya..?). Bahan-bahan yang berlapiskan zat kimia tidak boleh masuk kesini (misal kaleng soft drink) karena akan meledak di dalam.

Nah, barang-barang sisanya akan dibakar karena insenarator ini tidak mungkin memproses semua sampah anorganik. Karena begitu banyaknya sampah anorganik yang datang. Padahal bila harus ditunda hingga esok hari, sampah hari esok juga akan datang dan akan menghasilkan akumulasi yang terus meningkat. Karena itu, sisa sampah yang tak terproses akan dibakar. Sementara itu, dilihat dari hasil buangan insenarator, akan dihasilkan abu. Sayangnya, abu ini masih tidak diketahui dapat dibergunakan sebagai apa. Masih tanda tanya. Abu-abu ini akan dibuang di jalan (di dekat rumah kompos) karena tidak diketahui fungsinya.

Lha, itu dia.. yang menyebabkan insenerator tidak bekerja efektif adalah ketidakcukupannya sampah yang harus diproses di dalamnya. Mengapa? Ini karena metode pemisahan manual oleh para pegawai. Hal ini tentunya tidak akan efektif. Begitu banyak sampah yang datang dan harus dipisah satu persatu oleh para pegawai yang jumlahnya tidak sebanding dengan 'pemberi' sampah. Kalau saja kami, para 'pemberi' ini sudah memisahkannya dari awal kami 'memberikannya' pastilah, akan ada kemudahan pada proses ini. Tentunya juga akan memberikan kemudahan dan penyelesaian masalah insenerator.

Sekarang kita semua saling bantu membantu dalam proses pemisahan sampah dari dibuangnya ya! Walau sepele dan nantinya akan dipisahkan secara manual, tapi bila kita bisa, mengapa tidak?



Posted by Happy at 11:59 am
Komentar (1)


Thursday, September 13, 2007

dosen segala ummat


Setelah beberapa minggu kuliah, ternyata setelah py sadari.. dosen itu berbeda-beda ya. Baru sadar juga lho.. karena  kemaren py ikutan ssdk.. seminar gratisan dari kampus.. (hehhe..) kebetulan ikut SSDK versi  pengenalan gaya belajar. Jadi tau, ternyata gaya belajar nggak cuma ditilik dari sisi auditif-visual-kinestetik.. ada banyak juga hal lainnya, dan banyak juga yang nggak terduga. Ada banyak banget loh, dari temperatur ruangan, kondisi hati, jenis penjelasan konsep, dan yang aneh-aneh lainnya. Nggak terduga lah!

Yang menarik dari ssdk ini adalah penerapannya pada keseharian di kelas. Memang menarik, karena setelah ikut ssdk ini jadi terasa mana dosen yang mengunakan cara/ metoda mengajar sesuai dengan gaya belajar py atau nggak, atau cara aplikasi untuk mengatasi gaya mengajar yang nggak sesuai dengan diri sendiri..

Nah, yang bikin semakin bertanya-tanya pada kepala py juga, adalah dosen segala ummat. Maksud? Maksud py, dosen yang sering banget dianggep 'rame' atau 'nggak bosen' dan 'bikin ngerti' tiap mahasiswa yang diajari beliau.

Kalau ditilik-tilik, pastilah ada perbedaan gaya belajar antar satu mahasiswa dengan mahasiswa lainnya, ada yang visual, auditif, kinestetik, atau.. apapun lah, mungkin malah kombinasi semuanya dan seperti yang py bilang tadi, kemungkinan-kemungkinan lainnya seperti yang udah disebutin di ssdk.     

Terus? Ya.. terus, kenapa bisa ada dosen segala ummat ya? Kan tiap orang punya gaya belajar yang berbeda. Ada salah satu yang saya heran misalnya, dengan gaya belajar global dan analitik. Gaya belajar global ini mengutamakan konsep lebih dulu, kalo makin detail dijelaskan dosen, malah makin nggak ngerti. Semakin banyak poin-poin tentang konsep, malah makin mantap. Tapi kalo analitik, justru harus penjelasan mendetail yang ditangkep dan konsep belakangan. Gimana nggak bertentangan?

Pemikiran pertama py  terhadap dosen segala ummat adalah, kemungkinan dosen itu mengerti dengan kebutuhan mahasiswanya. Kebanyakan mahasiswa (kayaknya lhhoo) sering merasa cepat bosan dan butuh hiburan dalam kelas. Nah, yang py rasa.. dosen-dosen segala ummat ini rata-rata punya daya humor, atau seenggaknya menyenangkan saat mengajar! Setiap mereka mengajar pasti adaaaa aja yang diceritain, baik cerita sehari-hari atau pada bidang profesinya.

Pemikiran kedua py.. mungkin si dosen itu dekat dengan mahasiswa-mahasiswanya. Banyak kan, dosen-dosen yang perhatian dan deket sama mahasiswanya..

Pemikiran ketiga.. masih dalam riset, alias belum ada..

Nah, itu pun masih belum memuaskan pemikiran py terhadap dosen segala ummat ini. Yang paling ingin py tanyakan adalah : Apa sih rahasia mengajar mereka agar tetap seru dan dimengerti ?..

Tapi ya, namanya juga manusia.. dosen ya dosen, mahasiswa ya mahasiswa.. py juga manusia dan mahasiswa,, heheh..
konklusi?  
--tidak bisa ditarik--
Hahha.. yah, mungkin aja mahasiswa emang nggak selalu perhatian dengan setiap dosen yang mengajar.. cuma yang 'menghibur' aja yang diperhatiin, mungkin juga.. lagi banyak masalah, jadi nggak bisa konsen, masih banyak lagi kemungkinan-kemungkinan lainnya.

Ya.. mungkin kamu juga bisa bantu-bantu py untuk menemukan jawaban py terhadap dosen segala ummat ini. masih banyak pertanyaan lainnya..

*met puasa!!*




Posted by Happy at 05:21 pm
Beri komentar disini


 

 

        

The Wild Flower
my favorite flower
Hapsari Muthi Amira
(Happy)
id: 16507044
Time
In My Garden
<< October 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31

Links
.:happy @multiply:.
.:itb:.
.:sman 3 bdg:.
.:dafa 3:.
.:Harun Yahya:.
.:myQuran:.
KonTek 02
.:Teknologi dan Teknik:.
.:Teknologi dalam Keseharian:.
.:Sentuhan Teknologi:.
.:Perlukah Polisi Tidur?:.
Blogroll
.:teh Detri:.
.:Ay-ay:.
.:Meta:.
.:halidaaa:.
.:pak Budi @WP:.
.:Anis.. nisrina:.
Tagboard

Credits
Template: elementopia
Image: image cafe
Edited by:
BLOGDRIVE
TEMPLATES
Blogdrive

RSS  Atom

rss feed