Monday, September 17, 2007

perlukah polisi tidur?


Masalah : perlukah dibuat polisi tidur?

Latar belakang:
untuk menghindari terjadinya kecelakaan dan demi keamanan warga sekitar

Masalah ini dicoba untuk diselesaikan oleh py dan kawan-kawan (bertiga saja sebenarnya) karena Lilian sudah pergi ke Solo (pulang kampung sementara), Prada (Furqan SAP) sakit perut, dan yang satu lagi... addduh malu nih (kami bertiga lupa namanya... Shades)

Yah, mau tidak mau kami tetap jalan, (ya kan Dimas, Chris teu teu?)

Yah... berbekalkan buku Concepts in Engineering kami memecahkan masalah ini berlandaskan moral theories yang di dalamnya terkandung :

1. Ethical Egoism
Untuk para pembawa kendaraan bermotor ini tentunya bukan sesuatu hal yang mengenakkan. Mau ngebut sedikit, ada polisi tidur, yak.. rem lagi. Tancap gas, rem lagi... Haaa.. tidak enak!

Okelah, kalau jarak antara satu polisi tidur dengan yang lainnya tidak terlalu berdekatan, ada sekitar 15 meter. Tapi kalau yang jaraknya hanya atau kurang dari  5 meter?? waduh.. itu sih menambah beban hati (alias dongkol..) karena kudu gas-rem-gas-rem.

Banyak juga yang berpendapat kalau polisi tidur ini merusak keindahan jalan. Yah, kalau py sendiri merasa tidak terlalu berpengaruh sih. KECUALI... polisi tidurnya bukan terbuat dari aspal. Karena kadang adaaa aja orang yang bikin polisi tidur dari semen. Ada gitu? ada! jawabnya di kompleks perumahan py... Oiya.. satu lagi, KECUALI polisi tidurnya dibuat setinggi hampir setengah meter. Sekali lagi pertanyaannya : ada gitu? ada! di dekat kompeks perumahan py...

Duh, banyak kecualinya ya. Ya, tapi kalau dilihat dari keseluruhan sih, polisi tidur pada umumnya tidak merusak pandangan menurut py. Yang menurut py bikin merusak pemandangan JUSTRU, ketika para pengendara motor berusaha menghindari polisi-polisi tidur itu dengan cara melewati daerah paling ujung (sisi kanan ataupun kiri) dari polisi tidur. Cuma  menurut perasaan py ya..

Lalu pendapat py sendiri bagaimana? ya... karena py juga ber'kendara' ya... nggak suka sih. (Dimas jelas-jelas nggak setuju... nggak bisa ngebut yak!) Karena ya, alasan tadi. Kok menyusahkan sekali, harus gas--rem+kopling--gas--rem+kopling dan tentunya melambatkan perjalanan. Terasa sekali lho, apalagi kalau sedang terburu-buru ( ^-^ buka puasa misalnya.. hehe Big Smile).

2. Utilitarianism
nah.. ini dia. Chris dan Dimas berbeda pendapat. Duh?? py? ikut saja sebenarnya... karena pada mulanya rencana kami mau setuju untuk pembuatan polisi tidur pada poin ini...

karena itu py mengutip dari Chris:

Dilihat dari sisi utilitarianism, aktivitas moral diciptakan untuk keadaan yang diharapkan merupakan kondisi paling ideal untuk semua orang secara umum. Di sisi utilitarianism ini, diusahakan untuk adanya optimalisasi dalam perumusan happiness objective function.

Secara umum, happiness objective function yaitu:

Happiness Objective Function

= S(benefit)(importance) - S(harm)(importance)

- Target Audience: society (masyarakat sekitar jalan yang dimaksud)

- Harms:

v      Dapat menimbulkan kemacetan ketika jumlah kendaraan besar beradu dengan ukuran jalan yang tetap, yakni ketika kondisi jalan penuh dengan kendaraan melebihi kapasitas jalan karena setiap kendaraan harus mengurangi tingkat kecepatannya setiap melalui polisi tidur. (traffic jam)

v      Mengurangi keindahan dari sisi estetika penampilan jalan dengan lebar mencapai delapan meter. (aesthetic)

v      Dapat meningkatkan kadar kepekatan polusi akibat asap kendaraan bermotor yang secara otomatis lebih padat akibat kepadatan kendaraan yang lebih tinggi. (pollution)

- Benefits:

v      Dapat meredam niat kelompok-kelompok tertentu untuk mengadakan balap kendaraan bermotor di jalan tersebut karena tingkat kecepatan harus rendah untuk dapat melalui setiap polisi tidur. (no rally)

v      Mengurangi kemungkinan kecelakaan akibat kecepatan kendaraan yang tinggi dan juga kecelakaan bagi para pejalan kaki di sisi kanan kiri jalan. (less accidents)

v      Mempermudah pemantauan kendaraan yang melalui jalan tersebut sehingga dapat mengurangi resiko pencurian kendaraan bermotor di daerah tersebut. (no stealing)

- Actions:

v      Menyetujui pembuatan polisi tidur

Happiness Objective Function (1 to 100 scale)

= [(no rally)(importance) + (less accidents)(importance) + (no stealing)(importance)] - [(traffic jam)(importance) + (aesthetic)(importance) + (pollution)(importance)]

= [(15)(20) + (85)(100) + (90)(80)] - [(15)(5) + (50)(50) + (80)(75)]

= [300 + 8500 + 7200] - [75 + 2500 + 6000]

= [16000] - [8575]

= + 7425 : Do it!

v      Menolak pembuatan polisi tidur

Happiness Objective Function (1 to 100 scale)

= [(no rally)(importance) + (less accidents)(importance) + (no stealing)(importance)] - [(traffic jam)(importance) + (aesthetic)(importance) + (pollution)(importance)]

= [(15)(20) + (85)(100) + (90)(80)] - [(80)(80) + (75)(60) + (95)(90)]

= [300 + 8500 + 7200] - [6400 + 4500 + 8550]

= [16000] - [19450]

= - 3450 : Don't do it!

- The actions best maximizing the happiness objective function:

Pembuatan polisi tidur harus memperhatikan sisi keindahan lingkungan sekitarnya dan juga keindahan jalannya. Di samping itu, pembuatan tersebut juga harus memperhatikan lebar jalan yang bersangkutan karena hal tersebut harus saling bersesuaian keduanya, terutama perhitungan mengenai kendaraan-kendaraan yang parkir di sisi kanan kiri jalan tersebut. Untuk lebar jalan sebesar itu sebenarnya akan lebih baik lagi jika jumlah polisi tidur diminimalisasi dan harus memberikan ruang yang cukup untuk parkir mobil atau motor di sisi jalan.

3. Rights Analysis
Berdasarkan tingkat kepentingannya, hak-hak berdasarkan ini adalah:
  •  Hak hidup
  •  Hak untuk mempertahankan standar kebutuhan hidup
  •  Hak untuk meningkatkan standar kebutuhan hidup
kalau dilihat dari dua hak yang utama di atas, telah dipertimbangkan bahwa sebenarnya kebut-kebutan kendaraan bermotor telah mengganggu keduanya., terutama bila dilihat dari sisi masyarakat sekitar. Bayangkan saja, bila masyarakat sekitar itu rata-rata masih memiliki anak di bawah umur... Bisa bahaya, kan?

Sarana kebut-kebutan dalam hal ini bukanlah solusi. Karena, dengan polisi tidur ini yang sekaligus akan meminimalisasi sarana tersebut akan menghilang dan memperkuat kedua hak utama di atas.

----

Nah, kalau begitu bagaimana??
Setelah py tilik secara keseluruhan, py sangat setuju untuk dibangunnya polisi tidur ini. Memang akan sangat kesal bila harus bolak-balik gas dan rem+kopling tapi kan.. keadaan macet lebih mengesalkan?? hehe..

Yah, bukannya hanya dilihat dari sudut pandang itu saja. Kebut-kebutan sendiri tidak baik bagi pelakunya. Itu bisa membahayakan jiwa mereka sendiri, terutama bagi yang membawa penumpang. Bahaya!

Lagipula, menurut py, 'ajang' pembangunan polisi tidur ini juga merupakan sebuah penghormatan dari pengguna jalan (para pengendara) terhadap warga sekitar. Karena, dengan sendirinya mereka menyadari ada 'suara-suara' dari warga sekitar tanpa mendiamkannya. Saling menghormati itu perlu, kan?




Posted by Happy at 09:28 pm

Fathi Nashrullah
October 23, 2007   02:16 PM PDT
 
Wah, belum tahu di jl Malabar ya? (atau Maleber, saya lupa). Itu tuh, terusannya jalan paledang sampe jalan garuda, deket stasiun kereta Ciroyom.

Jalan cuma satu setengah kilo, tapi polisi tidurnya lebih dari seratus buah.

Weleh-weleh...

Oh iya, salam kenal ya.

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments







 

 

        

The Wild Flower
my favorite flower
Hapsari Muthi Amira
(Happy)
id: 16507044
Time
In My Garden
<< September 2007 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30

Links
.:happy @multiply:.
.:itb:.
.:sman 3 bdg:.
.:dafa 3:.
.:Harun Yahya:.
.:myQuran:.
KonTek 02
.:Teknologi dan Teknik:.
.:Teknologi dalam Keseharian:.
.:Sentuhan Teknologi:.
.:Perlukah Polisi Tidur?:.
Blogroll
.:teh Detri:.
.:Ay-ay:.
.:Meta:.
.:halidaaa:.
.:pak Budi @WP:.
.:Anis.. nisrina:.
Tagboard

Credits
Template: elementopia
Image: image cafe
Edited by:
BLOGDRIVE
TEMPLATES
Blogdrive

RSS  Atom

rss feed